Harus Ada Tindakan Tegas! PETI di Kecamatan Ledo Hancurkan Sungai dan Ekosistem Ikan, Masyarakat Sekitar Sungai Termasuk Sambas, Menderita!

banner 468x60

Sambas, Kalbar – Realita.Online // Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang terjadi di wilayah sungai Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, kini menuai kecaman keras dari masyarakat Kabupaten Sambas.

Pasalnya, limbah dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas tersebut telah mencemari aliran air sungai yang mengalir ke wilayah Sambas, yang berbatasan langsung dengan kawasan terdampak.

Warga Sambas yang tinggal di daerah hilir mengaku sangat dirugikan akibat pencemaran air sungai yang dihasilkan oleh aktivitas PETI.

Baca Juga :  Masyarakat Purbolinggo Resah Ulah Oknum Broker Pinjaman Bank

Air yang sebelumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, bahkan sebagai sumber air minum, kini tidak lagi layak digunakan karena tercemar lumpur dan bahan kimia berbahaya.

“Kualitas air sungai menurun drastis. Airnya keruh, bau, dan jelas-jelas sudah tidak bisa dipakai.

Kami sebagai masyarakat Sambas merasa sangat dirugikan oleh aktivitas PETI di Ledo.

Baca Juga :  Dugaan Penyalahgunaan Pendistribusian BBM Subsidi SPBU 64. 785. 09 Kembayan Kangkangi Aturan BPH MIGAS

Mereka mencari keuntungan sendiri, tapi kami yang menanggung akibatnya,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

Kemarahan masyarakat semakin memuncak setelah sejumlah video dan foto yang memperlihatkan kondisi sungai beredar luas di media sosial, khususnya Facebook.

Banyak komentar netizen yang mengecam aktivitas tambang liar tersebut.

“Kamek sebagai urang Sambas sangat merasa dirugikan.

Sungai yang selama ini jadi sumber kehidupan, sekarang malah jadi sumber penyakit.

Baca Juga :  Diduga Kinerja di Kantor Lurah Sungai Beliung Kota Pontianak Kurang Baik, Warga Kecewa: Pengambilan Beras Tidak bisa di Wakilkan Walaupun Satu Kartu Keluarga, Ada Apa ?

PETI harus ditindak!” tulis salah satu pengguna Facebook dalam komentarnya yang merasa ini sudah sangat merajalela.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait langkah penanganan terhadap aktivitas PETI tersebut.

Namun, masyarakat Sambas mendesak pemerintah kabupaten maupun provinsi, serta aparat penegak hukum, untuk segera turun tangan menghentikan aktivitas PETI yang telah merusak lingkungan dan merugikan masyarakat lintas kabupaten.

(Tim)

Pos terkait