“Informasi ‘500+200 KIP’ Jadi Sorotan, Mahasiswa Univa Labuhanbatu Menanti Kepastian” atau “Mahasiswa Pertanyakan KIP Kuliah Univa, Rektor Meyniar Albina: Tunggu Realisasinya”.

banner 468x60

LABUHANBATU | Realita1.online — Informasi mengenai program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa baru Universitas Al Washliyah (Univa) Labuhanbatu menjadi perhatian setelah sejumlah calon mahasiswa mengaku memperoleh informasi yang membuat mereka berharap mendapatkan bantuan pendidikan tersebut.

Persoalan semakin menjadi pertanyaan setelah redaksi memperoleh dari seorang informan tangkapan layar percakapan atas nama Meyniar Albina yang memuat kalimat mengenai prioritas calon penerima KIP serta angka “500+200 KIP”.

Dalam tangkapan layar tersebut tertulis antara lain bahwa calon mahasiswa yang dinilai layak dan memiliki kartu KIP diminta segera menyerahkan data dan akan diprioritaskan memperoleh KIP.

Namun, redaksi belum memperoleh penjelasan mengenai dasar maupun sumber angka “500+200 KIP” tersebut.

Sementara berdasarkan data yang diperoleh redaksi dan disebut bersumber dari informasi kuota KIP Kuliah LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Univa Labuhanbatu disebut mendapatkan kuota sebanyak 15 mahasiswa. Data tersebut menjadi salah satu poin yang dimintakan klarifikasi kepada pihak universitas.

Baca Juga :  Terkait Ucapan kata Kasar Yang Disampaikan Petugas Polsek Pancur Batu Ke Wartawan Itu Tidak Benar

Seorang mahasiswa baru yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku berharap memperoleh KIP Kuliah setelah mendapatkan informasi saat proses pendaftaran.

“Saya termasuk yang kecewa, Pak. Pas saya tanya di awal pendaftaran, kata pengurusnya wajib lulus, Pak,” ujarnya.

Keterangan mahasiswa tersebut belum dapat dianggap mewakili seluruh peserta penerimaan mahasiswa baru dan masih membutuhkan penjelasan dari pihak universitas mengenai mekanisme sosialisasi KIP Kuliah kepada calon mahasiswa.

Rektor: Tunggu Tahun Akademik Fix

Untuk memperoleh keterangan berimbang, Redaksi Realita1.online menghubungi Rektor Univa Labuhanbatu Dr. Meyniar Albina dan mengajukan sejumlah pertanyaan, antara lain mengenai angka “500+200 KIP”, kuota resmi KIP Kuliah tahun 2026, sumber kuota serta mekanisme seleksi penerimanya.

Baca Juga :  Rapat Ditunda Tentang Penolakan TPU Di Aek Parombunan, Kapolsek Sibolga Selatan Pantau Pelaksanaan Rapat

Dalam tanggapan pertamanya, Meyniar mengatakan pihak universitas masih melakukan upaya dan meminta agar menunggu kepastian tahun akademik.

 “Aduh Pak, kita tetap mencari dan berupaya untuk yang sebaiknya, nanti setelah fix tahun akademik baru Bapak bisa ketahui semuanya. Mohon doanya,” tulis Meyniar dalam pesan WhatsApp kepada redaksi.

Redaksi kemudian kembali meminta penjelasan lebih spesifik mengenai apakah angka “500+200 KIP” tersebut benar berasal dari pihak Univa, sumber kuotanya, serta apakah universitas telah memperoleh penetapan resmi KIP Kuliah tahun 2026.

Namun Meyniar belum memberikan rincian mengenai angka tersebut.

 “Pak itu urusan di dalam, masak strategi saya juga harus diumbar, kan gak mungkin. Doakanlah yang terbaik untuk Univa, nantikan realnya Bapak tahu juga,” jawabnya.

Baca Juga :  Rabi, Tokoh Pemuda Dayak Melawi: Media Adat Online Penting Edukasi Adat Budaya Kepada Dunia

Dengan tanggapan tersebut, hingga berita ini disusun belum diperoleh penjelasan rinci mengenai sumber angka “500+200 KIP”, jumlah kuota resmi KIP Kuliah Univa Labuhanbatu tahun 2026, maupun apakah angka tersebut telah memiliki dasar penetapan resmi dari instansi yang berwenang.

Redaksi juga belum menyimpulkan bahwa angka “500+200 KIP” merupakan kuota resmi, sebab tangkapan layar yang diperoleh dari informan masih membutuhkan penjelasan mengenai konteks dan dasar kebijakannya.

Realita1.online tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada Rektor Univa Labuhanbatu, pihak universitas maupun instansi yang berwenang terkait program KIP Kuliah. Apabila terdapat dokumen atau penjelasan resmi mengenai kuota tersebut, redaksi akan memperbarui pemberitaan agar masyarakat dan mahasiswa memperoleh informasi yang utuh.

 

(Redaksi)

Pos terkait