Bendera dan Baliho Diturunkan, Persaudaraan Dinaikkan: Seruan Pasca Pilkades Serentak Bekasi

banner 468x60

BEKASI, REALITA.ONLINE, Jum’at 25 September 2026 – Baliho-baliho besar itu mulai diturunkan. Spanduk dan bendera calon yang kemarin memenuhi setiap sudut kampung, kini perlahan menghilang. Kotak suara telah selesai menjalankan tugasnya. Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026 resmi usai.

Para pemenang telah lahir. Namun ada yang jauh lebih penting dari sekadar siapa yang meraih suara terbanyak: bagaimana kita kembali bersatu setelah semua ini.

Mulai hari ini, tidak ada lagi Nomor 1, Nomor 2, Nomor 3, 4, apalagi Nomor 5. Tidak ada lagi kubu, tim sukses, dan sekat perbedaan pilihan. Semua kembali ke titik nol.

Baca Juga :  PJ Kades Karang Rahayu: Evaluasi Perangkat Adalah Hak Prerogatif, Bukan Pemberhentian Sepihak

Kita kembali menjadi satu: satu desa, satu warga, satu tujuan membangun kampung halaman.

Untuk Kepala Desa terpilih, ingatlah: kemenangan bukan mahkota untuk berkuasa, melainkan amanah untuk melayani. Jabatan yang Anda emban bukan hadiah dari pendukung saja, tapi titipan dari seluruh warga, termasuk mereka yang kemarin memilih calon lain.

Jangan jumawa. Jangan balas dendam politik. Jangan beda-bedakan pelayanan. Rangkullah semua. Buka pintu kritik. Karena desa yang besar bukan dibangun oleh satu orang pemenang, tapi oleh kebersamaan semua warganya.

Dan untuk para calon yang belum terpilih, kekalahan bukanlah akhir dari segalanya. Terimalah hasil dengan lapang dada dan kepala tegak. Anda bukan pecundang.

Baca Juga :  Kurang Dari 24 Jam, Polsek Sukatani Bekuk Pelaku Temuan Mayat Remaja Pria di Kampung Srengseng

Yang kalah tetap putra terbaik desa. Pengabdian tidak harus selalu lewat kursi kepala desa. Desa masih butuh tenaga, pikiran, dan gagasan Anda dari ruang yang berbeda.

Pilkades hanyalah proses satu hari untuk memilih pemimpin. Ia bukan arena untuk memutus tali persaudaraan yang telah dirajut puluhan tahun.

Hari ini kita boleh berbeda pilihan. Tapi esok pagi, kita akan kembali bertemu di jalan yang sama, di sawah yang sama, di warung kopi yang sama, dalam gotong royong yang sama. Anak-anak kita tetap bermain bersama.

Baca Juga :  Calon Kepala Desa Sukamulya, Desi Kurniawati Malik SH dan H.Heri Syamsuri Siap Bawa Perubahan

Untuk apa memelihara permusuhan karena perbedaan yang sudah selesai?

Desa tidak akan pernah maju jika warganya terus terbelah. Jalan desa tidak akan mulus jika energi kita habis hanya untuk saling menyindir dan saling menyalahkan di media sosial dan grup WhatsApp.

Kini saatnya mengakhiri persaingan dan memulai kerja bersama. Kemenangan terbesar bukanlah saat jagoan kita menang, tapi saat kita semua mampu kembali bersatu setelah Pilkades usai.

Pilkades boleh selesai. Persaudaraan jangan pernah berakhir.

 

Penulis: Affandi 

Pos terkait