SUKATANI, BEKASI, Realita1.Online- Jawaban paling elegan atas fitnah adalah kerja nyata. Hal itu dibuktikan Kepala Desa Sukamulya terpilih, Desi Kurniati Malik, S.H., Rabu 21 Oktober 2026
Di tengah isu miring segelintir oknum yang menyebut Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani sebagai “Desa Suka-Suka”, Desi justru memilih diam dan bekerja. Bahkan sebelum resmi dilantik, ia merenovasi total Kantor Desa Sukamulya menggunakan dana pribadinya.
Padahal, pelantikan serentak Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi baru akan digelar pada 4 November 2026 mendatang.
Pantauan di lapangan, kantor desa yang sebelumnya terkesan kusam dan kurang layak, kini berubah total. Lebih bersih, tertata, dan representatif sebagai pusat pelayanan warga.
“Kalau kantor desa adalah wajah desa, ya harus kita benahi dulu. Bagaimana mau melayani warga dengan cepat kalau kantornya sendiri tidak layak? Perubahan harus dimulai sekarang, tidak perlu menunggu SK pelantikan,” tegas Desi kepada awak media, Rabu (21/10/2026).
Jawaban Telak dengan Karya:
Langkah berani ini dinilai menjadi bukti pertama komitmen Desi. Saat oknum sibuk membangun narasi negatif di media sosial, Kades terpilih ini justru sibuk menyiapkan infrastruktur pelayanan.
Renovasi ini bukan sekadar soal bangunan. Ini adalah simbol dimulainya era baru kepemimpinan di Sukamulya yang mengusung jargon “Perubahan dalam Segala Hal untuk Pelayanan Masyarakat”.
Desi menegaskan, di bawah kepemimpinannya selama 8 tahun ke depan, seluruh perangkat desa wajib menerapkan prinsip kerja *Sat Set: Cepat, Tanggap, Transparan.
Tiga Agenda Prioritas Desi Kurniati Malik:
1. Pelayanan Sat Set Tanpa Berbelit: Memangkas birokrasi administrasi desa. Aduan warga harus direspon cepat, pelayanan surat-menyurat dipermudah tanpa pungli.
2. Infrastruktur Prioritas Bertahap:
Fokus pada perbaikan jalan lingkungan, normalisasi drainase anti banjir, dan pembenahan fasilitas umum yang langsung dirasakan seluruh warga Desa Sukamulya.
3. Transparansi dan Gotong Royong:Membangun pemerintahan desa yang terbuka, melibatkan partisipasi warga, dan program kerja yang terukur.
“Sukamulya butuh kerja, bukan drama. Bukti pertama sudah kita mulai. Setelah dilantik, kita gas lebih kencang lagi untuk masyarakat,” pungkasnya.
Aksi renovasi mandiri ini pun mendapat apresiasi dari warga. Kantor desa yang baru dinilai menjadi suntikan semangat baru bahwa perubahan yang dijanjikan bukan sekadar janji kampanye.
Affandi – Redaksi/Realita1.Online










