JALAN RAYA SUKATANI-TAMBELANG DITUTUP SEMENTARA, ADA NORMALISASI SALURAN SEKUNDER BALONG

banner 468x60

SUKATANI, BEKASI, Realita1.Online – Pengguna Jalan Raya Sukatani – Tambelang harap putar arah. Jalur penghubung vital tersebut ditutup sementara mulai Kamis (09/10/2026) karena adanya kegiatan tanggap darurat normalisasi Saluran Sekunder Balong.

Pantauan di lapangan, papan pengumuman bertuliskan “MOHON MAAF JALAN DITUTUP SEMENTARA SEDANG ADA KEGIATAN NORMALISASI” sudah terpasang di akses masuk jalan. Petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi juga disiagakan lengkap dengan water barrier untuk mengamankan lokasi.

Penutupan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Material lumpur hasil pengerukan saluran membuat badan jalan licin dan berbahaya jika tetap dilintasi. Selain itu, alat berat yang beroperasi di lokasi juga membutuhkan ruang gerak agar pekerjaan bisa berjalan cepat dan aman.

Baca Juga :  Rugi Makan di Restauran Warung Sambal Bakar Cabang Jatiwaringin, Pelayanan Buruk

“Arus lalu lintas kita alihkan sementara. Khususnya kendaraan roda empat diminta tidak melintas dulu selama pekerjaan berlangsung untuk menjaga keselamatan bersama,” ujar petugas di lapangan.

Masyarakat yang biasa melintas dari kawasan Kampung Kempes, Kaliabang, sekitar Kantor Desa Sukamulya, Bungur 1 hingga Bungur 2 diimbau untuk mengikuti arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan.

Baca Juga :  Lepas Sambut Kapolres Metro Bekasi Berlangsung Khidmat, Dihadiri Forkopimda dan Tokoh Masyarakat

Ketua BPD Sukamulya, M. Madrawi, yang juga mewakili unsur BPD Kabupaten Bekasi, meminta masyarakat memaklumi penutupan sementara ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat krusial untuk kepentingan banyak orang.

“Ini kegiatan tanggap darurat normalisasi saluran sekunder Balong. Kepentingannya untuk memperlancar arus air dari desa sampai Kecamatan Tambelang dan Kecamatan Sukawangi, sekaligus mendukung ketahanan pangan,” tegas Madrawi.

Baca Juga :  JMPN: Yang Takut Pers Berarti Takut Kebenaran Terungkap, Tanpa Informasi Masyarakat Buta Sejarah

Ia menambahkan, penutupan jalan merupakan langkah antisipasi agar tidak menimbulkan kemacetan panjang dan risiko kecelakaan yang lebih besar.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami dan mengikuti pengalihan arus sementara ini sampai pekerjaan selesai,” pungkasnya.

Normalisasi Saluran Sekunder Balong sendiri diharapkan mampu memperlancar distribusi air irigasi ke wilayah pertanian dan menjadi solusi banjir di musim hujan, sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Bekasi tetap terjaga.

 

Penulis: Affandi 

Pos terkait