Dari Rumah Kontrakan ke Rumah Sakit, Perjuangan Siti Khadijah Mengundang Kepedulian di Rantauprapat

banner 468x60

RANTAUPRAPAT | RealitaOnline.my.id — Perjuangan hidup Siti Khadijah (55), seorang nenek yang sehari-hari bertahan dalam keterbatasan ekonomi bersama cucunya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, mendapat perhatian dari berbagai pihak di Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (10/09/2026).

Setelah sebelumnya mendapatkan pertolongan dari Ketua Media Satres Narkoba (MSN) Labuhanbatu, Rio Tan, kondisi Siti kini turut mendapat perhatian pemerintah setempat.

Camat Rantau Selatan bersama Lurah Bakaran Batu turun langsung menjenguk Siti Khadijah yang tengah menjalani perawatan di RS Hartati, Rantauprapat.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah kecamatan dan kelurahan terhadap kondisi warganya. Selain melihat secara langsung keadaan Siti, Camat Rantau Selatan dan Lurah Bakaran Batu juga menyerahkan tali asih untuk membantu meringankan beban kebutuhan keluarga selama Siti menjalani pengobatan.

Berjuang Menghidupi Cucu dari Upah Cuci dan Setrika
Di balik kondisi kesehatannya, Siti Khadijah menyimpan perjuangan hidup yang tidak ringan. Ia tinggal di sebuah rumah kontrakan di Jalan Ahmad Ridho, Rantauprapat, bersama cucunya yang masih duduk di kelas II sekolah dasar.

Baca Juga :  PSHT Cabang Kubu Raya Kukuhkan 74 Warga Baru Tingkat 1 dalam Malam Pengesahan Sakral

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membantu biaya sekolah sang cucu, Siti bekerja sebagai pencuci dan penyetrika pakaian di rumah dua orang tetangganya.

Penghasilan yang diterimanya terbilang sangat terbatas. Dari salah satu rumah tempatnya bekerja, Siti memperoleh sekitar Rp300 ribu per bulan.

Uang tersebut harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, keperluan sekolah cucunya, serta membayar kontrakan tempat tinggal yang disebut mencapai sekitar Rp350 ribu setiap bulan.

Dalam kondisi ekonomi seperti itu, Siti tetap berusaha menjalankan pekerjaannya demi memastikan dirinya dan sang cucu dapat bertahan. Namun keadaan berubah ketika kesehatannya menurun.

Sepekan Terbaring Sakit di Rumah Kontrakan
Sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis, Siti disebut telah terbaring sakit selama kurang lebih satu minggu di rumah kontrakannya.
Keterbatasan ekonomi membuatnya kesulitan memperoleh pemeriksaan dan pengobatan sebagaimana dibutuhkan.

Baca Juga :  Agenda Rapat Yang Digelar MTI Membahas Evaluasi Kinerja Oprasional Di Belawan

Di tengah kondisi kesehatan yang memburuk, persoalan kebutuhan sehari-hari dan biaya kontrakan juga menjadi beban tersendiri bagi keluarga kecil tersebut.

Kondisi Siti kemudian diketahui Rio Tan bersama pasangan dan sejumlah rekannya. Melihat keadaan Siti yang membutuhkan pertolongan, mereka kemudian membawanya ke RS Hartati di Jalan Siringo-ringo, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, agar memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.

Pertolongan tersebut menjadi awal mengalirnya perhatian terhadap kondisi Siti Khadijah.

Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan Turun Menjenguk
Kabar mengenai kondisi Siti selanjutnya mendapat perhatian pemerintah setempat. Camat Rantau Selatan dan Lurah Bakaran Batu mendatangi rumah sakit untuk melihat langsung perkembangan kondisi kesehatannya sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga.

Baca Juga :  Peduli Bersama, Polres Agara dan Kodim 0108/Agara Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tiga Kecamatan

Kehadiran pemerintah setempat diharapkan tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi dapat dilanjutkan dengan pendataan serta koordinasi dengan instansi terkait apabila Siti dan cucunya memenuhi persyaratan untuk memperoleh program perlindungan sosial maupun bantuan pemerintah.

Pasalnya, kondisi Siti tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup seorang nenek yang selama ini menjadi tumpuan bagi cucunya yang masih membutuhkan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Kepedulian yang datang dari masyarakat hingga pemerintah memberikan harapan baru bagi Siti Khadijah dan cucunya.

Kisah tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kepekaan sosial terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan, terutama ketika kondisi kesehatan membuat mereka tidak lagi mampu bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

RealitaOnline.my.id akan terus mengikuti perkembangan kondisi Siti Khadijah serta bentuk pendampingan yang diberikan pemerintah dan pihak terkait.

Penulis: RS
RealitaOnline.my.id

Pos terkait