Forkopimcam Sukakarya Monitoring Cakades, Pastikan Pilkades 2026 Kondusif

banner 468x60

SUKAKARYA, BEKASIJelang Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026, Forkopimcam Sukakarya bergerak cepat jaga stabilitas wilayah.

Plt Camat Sukakarya Bahrul Ulum bersama unsur Forkopimcam melakukan monitoring dan silaturahmi langsung kepada para calon kepala desa (Cakades) se-Kecamatan Sukakarya, Minggu (13/9/2026).

Langkah preventif ini untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan Kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Kami silaturahmi langsung dengan para calon untuk menyamakan persepsi dan bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” ujar Bahrul Ulum.

Baca Juga :  Gaungkan Ganti Lurah, Lautan Manusia Padati Kediaman Hadi Ru,yat di Sukadarma

Bahrul juga menegaskan kondusivitas bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat. Peran calon, tim sukses, dan masyarakat sangat menentukan.

Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak menjadi pemicu konflik horizontal.

“Perbedaan pilihan itu biasa dalam demokrasi. Jangan sampai menimbulkan permusuhan dan perpecahan. Kita semua punya tanggung jawab menjaga keamanan Sukakarya,” tegasnya.

Baca Juga :  Abaikan Putusan KI Jabar, Kades Karang Anyar Terancam 1 Tahun Kurungan

Ia juga meminta para Cakades menolak politik identitas yang berpotensi memecah belah warga.

Komitmen Pilkades Damai dan Waspada Hoaks. Forkopimcam mengajak seluruh calon dan pendukung mewujudkan Pilkades yang aman, damai, dan santun.

Bahrul meminta Cakades menjadi teladan dengan menghindari provokasi dan ujaran kebencian yang memicu gangguan Kamtibmas.

Selain itu, koordinasi dengan Polsek, Koramil, dan pemerintah desa terus diperketat untuk memantau dinamika di lapangan.

Baca Juga :  Diduga Jual Tanah Tanggul, Pesan Suara Kecewa Terhadap Oknum Proyek Normalisasi dalam Group WhatsApp Menjadi Sorotan Publik 

“Kalau ada persoalan, jangan ambil tindakan yang memperkeruh keadaan. Kedepankan komunikasi dan musyawarah,” ujarnya.

Ia pun mengimbau warga tidak mudah terprovokasi hoaks.

“Jaga lingkungan masing-masing. Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya. Selesaikan persoalan sesuai mekanisme dan aturan,” pungkasnya.

 

Penulis: Hendrik 

Editor: Affandi 

Pos terkait