SUKATANI, Realita1.online — Suasana duka masih menyelimuti Kampung Srengseng, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, pasca peristiwa tragis duel maut yang melibatkan dua remaja berusia 15 tahun. Tidak ingin kejadian serupa terulang, Kapolsek Sukatani AKP Nano Indratno turun langsung ke tengah warga, Sabtu malam (17/10/2026).
Kegiatan Sambang Kamtibmas tersebut dipusatkan di kediaman Kepala Desa Sukamulya terpilih yang direncanakan di Lantik pada 4 November 2026 mendatang, Hj. Desi Kurniati Malik, S.H., di Jalan Buni Ayu Raya No.99.
AKP Nano Indratno hadir didampingi Bhabinkamtibmas Desa Sukamulya dan anggota Intel Polsek Sukatani, disambut puluhan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda setempat, serta kabinet yang tersusun dalam membantu di pemerintahan Desa Sukamulya kedepan.
Pertemuan yang dikemas secara lesehan dan penuh kekeluargaan ini menjadi momentum penting untuk bedah akar masalah kenakalan remaja. Di hadapan warga, Kapolsek tidak hanya memberikan imbauan kamtibmas, tetapi juga edukasi hukum secara gamblang tentang konsekuensi pidana bagi pelaku kekerasan, termasuk yang masih di bawah umur.
AKP Nano Indratno menegaskan, pencegahan konflik antar remaja tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi.
“Peran orang tua adalah benteng pertama. Tolong awasi pergaulan anak-anak kita, terutama di jam-jam rawan malam hari. Bangun komunikasi terbuka. Tanyakan dengan siapa mereka bergaul, apa masalah mereka. Jangan sampai persoalan sepele di media sosial berujung duel maut di lapangan,” tegas AKP Nano Indratno.
Selain tawuran, Kapolsek juga menyoroti ancaman serius lain yang mengintai generasi muda: penyalahgunaan obat-obatan terlarang, narkoba, dan obat keras terbatas. Ia meminta warga segera melapor jika menemukan indikasi peredaran barang haram tersebut di lingkungan.
Merespons cepat langkah kepolisian, Kades Sukamulya terpilih Hj. Desi Kurniati Malik menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, melek hukum adalah kebutuhan mendesak bagi warga.
“Sosialisasi seperti ini sangat penting agar warga paham hukum dan tidak main hakim sendiri. Menjaga kamtibmas bukan hanya tugas Pak Kapolsek, tapi tanggung jawab kita bersama — Pemdes, tokoh masyarakat, pemuda, dan keluarga,” ujar Desi.
Calon Kades yang dikenal dekat dengan warga itu juga menyampaikan pesan khusus untuk para orang tua.
“Anak-anak kita merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, mari kita awasi dan bimbing pergaulan mereka sehari-hari, berikan perhatian serta pemahaman yang baik agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan negatif. Kita harus bersama-sama menjaga dan membimbing generasi muda demi masa depan mereka,” tegas Desi.

“Kita akan aktifkan ronda disetiap siskamling dan memasang Kamera pengawas Cctv 24 jam di setiap titik strategis di wilayah Desa Sukamulya, ” Pungkasnya.
Melalui pertemuan ini, sinergitas antara Polsek Sukatani, Pemerintah Desa Sukamulya, dan masyarakat semakin solid. Kepolisian berkomitmen untuk menggelar edukasi hukum dan patroli dialogis secara berkelanjutan.
Peristiwa berdarah di Kampung Srengseng menjadi alarm keras bagi semua pihak. Bahwa masa depan generasi muda di Sukatani harus diselamatkan mulai dari rumah, diperkuat oleh lingkungan, dan dijaga oleh negara.
Dengan kolaborasi ini, Desa Sukamulya diharapkan tetap kondusif, aman, dan menjadi lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak-anak.
Reporter: Affandi _ Realita1.online










