Situasi Pasca Banjir Bandang Aceh Tenggara

banner 468x60

Aceh Tenggara​
Berita ini menegaskan adanya komitmen bersama antara pemerintah daerah dan TNI, POLRI untuk membantu masyarakat yang dilanda musibah banjir bandang di Aceh Tenggara, khususnya di Kecamatan Ketambe, Desa Penanggalan.

Dalam pemulihan korban bencana tersebut ​TNI, POLRI ikut berkomitmen untuk membantu masyarakat yang sedang berduka.

Baca Juga :  Penambangan Batuan di Lereng Gunung Diduga Ilegal Milik Afung Makin Marak Beraktifitas

​Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, telah menyerahkan bantuan uang tunai kepada korban.

​Jumlah bantuan yang disampaikan sebesar: Rp 2.000.000 per orang sedangkan korban meninggal total 11 orang.

​Bantuan ini diserahkan kepada keluarga/ ahli waris 11 orang korban meninggal akibat banjir bandang tersebut.

​Masyarakat yang berduka di Desa Penanggalan merasa terbantu dengan adanya bantuan tersebut untuk sementara waktu dalam masa pemulihan.

Baca Juga :  Diduga Cukong Tambang Emas Ilegal Intimidasi Wartawan: Damai di Bawah Tekanan, Penegakan Hukum Ke Mana ?

​

​Bupati H.M. Salim Fakhry juga menyampaikan rencana pembenahan paska banjir, yaitu:

​Penyediaan Hunian Sementara (Huntara).

​Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban dampak bencana banjir.

​Bupati meminta masyarakat bersabar menunggu proses pembangunan hunian tersebut.

Baca Juga :  Pelindo Regional I. "Pentingnya Sinergi Dan Pola Pikir Berorientasi Bisnis Menghadapi Dinamika Industri Kepelabuhanan

​

​Bupati mengajak masyarakat untuk tetap semangat dan saling bahu membahu dalam membangun kembali Aceh Tenggara.

​Informasi ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara bersama TNI, POLRI bergerak cepat dalam penanganan darurat dan telah merencanakan pemulihan jangka panjang bagi korban bencana.

Pos terkait