KONI Bekasi: Tidak Akan Malu-maluin Meski Minim Anggaran, Target 3 Besar Harga Mati

banner 468x60

KOTA BEKASI, Realita.online, Jumat, 4 September 2026 – Kabupaten Bekasi kembali diuji di ajang Porprov XV Jawa Barat 2026. Dengan kekuatan 1.300 atlet, pelatih, dan official, “Singa Wibawa” hanya digerakkan anggaran Rp15 miliar.

Angkanya terpaut jauh dari kebutuhan. Tapi targetnya tetap tinggi: masuk tiga besar.

Pertanyaannya kini bukan hanya soal kesiapan fisik atlet, tapi apakah dana terbatas itu cukup menopang ambisi mempertahankan marwah olahraga Bekasi.

Turun Kasta Ekspektasi: Dari Juara Umum ke 3 Besar.

Capaian sebelumnya masih membekas. Di Porprov lalu, Kabupaten Bekasi keluar sebagai juara umum dengan 138 medali emas.

Kini situasinya berubah. Dengan anggaran yang disebut “sangat minim”, target realistis yang dipasang KONI adalah bertahan di papan atas.

Baca Juga :  Kajari Kota Bekasi Bersama Dinas Pendidikan Berkomitmen Mengawal distribusi TV Digital Pemberian Presiden Prabowo Subianto

Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, blak-blakan soal kondisi ini dalam Rapat Persiapan Porprov XV di Aula Nonon Sontanie, Pemkot Bekasi, Jumat (4/9/2026).

“Kita sudah menyiapkan 1.300 atlet berikut official dan pelatih. Memang anggaran kita sangat minim, sekitar Rp15 miliar, tetapi mudah-mudahan anggaran itu bisa mendukung perjuangan atlet kita,” ujarnya.

Asep meminta keterbatasan dana jangan jadi alasan melemah.

“Prestasi tidak hanya ditentukan besarnya anggaran, tapi juga kualitas atlet, latihan, strategi, dan dukungan semua pihak. Semoga dengan Rp15 miliar ini, atlet yang dulu raih 138 emas tetap bisa mempertahankan prestasinya. Sekarang semangat saja, bertanding dan berjuang. Kalau bonus nanti kita pikirkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Jika Terjadi Gawat Darurat Hubungi 112, Pemerintah Kota Bekasi Sigap Respon

Ketua KONI Kabupaten Bekasi, Reza, memastikan persiapan sudah 100%. Latihan terus berjalan meski dengan segala keterbatasan.

“Kalau kesiapan, kita sudah oke, tinggal berangkat. Mereka tetap latihan dalam kondisi seperti ini. Jadi secara kesiapan atlet dan cabor, kita siap,” ungkapnya.

Soal target, Reza tidak main-main. “Yang pasti dengan kondisi yang ada hari ini, kita tidak akan malu-maluin Kabupaten Bekasi. Pahitnya, paling tidak kita harus mencapai tiga besar,” katanya.

Beban di Luar Arena Pertandingan:

Tantangan Bekasi tidak hanya di lapangan. Kebutuhan kontingen meliputi penginapan, transportasi, perlengkapan, hingga dukungan teknis selama kompetisi.

Bahkan sejumlah cabor andalan harus bertanding di venue Kota Bekasi seperti squash, renang, berkuda, dan skateboard. Ini menambah beban logistik dan koordinasi.

Baca Juga :  BPN Bekasi All Out! PTSL Dikebut, Zona Integritas Diperkuat, Kelurahan Diminta Gerak Cepat

Bagi pengamat, Porprov XV menjadi barometer pembinaan olahraga daerah. Jika Bekasi mampu bertahan di tiga besar, itu bukti sistem pembinaan tetap kompetitif meski dana cekak.

Sebaliknya, jika raihan medali anjlok, evaluasi menyeluruh terhadap pola pembinaan, distribusi anggaran, hingga strategi tiap cabor tak bisa dihindari.

Pertarungan Dua Arah: Dari puncak juara umum, kini Bekasi berjuang mengamankan posisi tiga besar.

Pertarungannya terjadi di dua tempat: di arena melawan lawan, dan di meja anggaran melawan keterbatasan.

Mampukah 1.300 atlet Bekasi membuktikan bahwa semangat bisa mengalahkan minimnya dana? Jawabannya ada di Porprov XV Jabar 2026.

 

Penulis : Affandi

Pos terkait